Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Story Vault

KUROSHIMA'S SCREAM

Sumber: Dezeen This is only fan fiction of an anime Ghost Hunt. I own nothing. No copyright infringement intended. "Mai." Suara yang familiar di telinga Taniyama Mai berdengung lembut. " Daijoubu ?" Tubuhnya terasa hangat padahal Mai ingat betul kalau beberapa saat yang lalu dia terjerembab ke dalam sebuah lubang dekat pondok kecil Kuroshima. Kemudian setelah terperosok jatuh, Mai sempat mendengar suara sesuatu yang berat bergeser. Saat itu hujan sedang mengguyur deras. Siapa yang berkeliaran di malam hujan seperti ini? Mengabaikan dirinya, tentu saja. Kali ini kasus datang dari keluarga Watanabe yang memiliki pulau bernama Kuroshima yang diduga telah didiami oleh arwah gentayangan yang tenggelam di sekitar pulau akibat badai besar. Biasanya keluarga Watanabe hanya singgah di pulau saat liburan musim panas dan gugur atau saat ada acara semacam pesta kebun. Selebihnya, pulau ditinggal kosong dan hanya menyisakan sepasang suami-istri Takahashi yang diamanatkan menjaga...

KOS CERIA: GIGI

Pagi ini aku kembali mendatangi penjual sayur keliling dengan keperluan—tidak lain dan tidak bukan — untuk mendengar kabar terbaru. Bak kopi, pagi tanpa asupan kabar apa pun membuat otakku tidak dapat berfungsi dengan baik. Nah, kalau kamu salah mengira, bukan penjual sayur keliling yang menyebarkan kabar terkini, melainkan pembeli-pembelinya. Mereka ini lebih cepat dan gesit daripada wartawan berita di televisi. Rupanya pagi ini adalah pilihan yang tepat. Memang berdasarkan konstelasi Orion semalam, hari ini seharusnya adalah hari yang beruntung. Aku kembali mendapat kabar yang cukup legit dari mulut-mulut penyebar selentingan. Kali ini objeknya masih sama seperti beberapa waktu lalu: Kos Ceria. Seperti kutukan, tidak ada penghuni Kos Ceria yang beruntung. Aku jadi bertanya-tanya apakah dalam karir pekerjaan mereka juga bernasib mujur? Mengingat alasan pertama mereka tinggal di sini adalah karena mengadu nasib. Salah satu penghuni Kos Ceria baru saja berobat ke dokter gigi lantaran me...

THE SPEECH

You had a speech, you're speechless. “Kita sebenarnya bisa jadi pasangan yang sempurna.” Kataku pada seorang pria yang terbaring lemas tak berdaya di ranjang. Selama lima menit aku berdiri mematung menatapnya. Dia baru saja pulang dari entah aku sendiri juga tidak tahu. Dengan sigap telah kusiapkan segelas teh hangat dan kusodorkan padanya begitu dia menghempaskan diri ke sofa empuk kami. Dalam minuman itu telah kutuang sesuatu. Mungkin butuh waktu kira-kira setengah jam sebelum berekasi. Kepala yang berdenyut dengan brutal. Pemandangan sekeliling ruangan yang berputar-putar—yah, itu jelas adalah efek yang akan dirasakan oleh mereka yang mengonsumsinya. Nyonya keberuntungan pasti memihakku karena aku mendapatkannya ketika aku singgah ke rumah seorang teman dekatku dan melihatnya di rak kecil di balik cermin toiletnya. Aku bukan orang yang suka mengintip. Aku hanya iseng, entahlah. Aku tahu temanku ini punya suatu penyakit yang mengharuskannya mengonsumsi obat itu secara rutin. Jika...

HOW IT ENDS

Sumber: Unsplash Sometimes it's just for a season. Ini memang tidak akan pernah berhasil. Aku tahu itu, tetapi hal yang sama terulang lagi. Aku seharusnya pergi ketika sebuah era telah berakhir. Jalan ini hanya semakin sulit dan tanpa usaha, semuanya akan sia-sia. Lima tahun yang lalu, aku bertemu Sam di universitas, tepat di tahun keduaku. Saat kami mulai bersama, Sam sudah berada di tahun ketiga. Dari pengakuannya kudengar bahwa Sam sudah mengamatiku sejak aku masih di tahun pertama di kegiatan orientasi mahasiswa. Aku tidak menyadarinya. Tidak sampai di bulan keempat sebelum periode ujian akhir semester. Sam dan aku ternyata sekelas di mata kuliah X. Aku jelas tidak pernah benar-benar menyadari eksistensinya. Bagiku Sam sama seperti mahasiswa lainnya. Mungkin takdir sedang memihak Sam karena kami dipasangkan dalam tugas proyek akhir. Sisanya adalah sejarah. Selanjutnya, yah, seperti yang kamu lihat, kami menjadi tak terpisahkan. Sampai di sini semuanya berjalan klise seperti kis...

KOS CERIA

Hari ini aku akan menceritakan sebuah kisah yang kudengar dari selentingan penduduk sekitar Kota G. Ini adalah kisah yang terjadi di sebuah indekos bernama Kos Ceria. Namanya saja yang ceria. Di dalamnya tidak ada keceriaan setitik pun. Menurut survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan properti, kira-kira ada sekitar 47,4% generasi milenial memilih untuk tinggal di indekos. Pelajar yang telah lulus sekolah menengah atas dan melanjutkan pendidikan ke universitas akan banyak memilih tinggal di indekos. Pekerja-pekerja yang mengadu nasib ke kota metropolitan juga banyak memilih tinggal di indekos, apartemen, atau mess. Kota G adalah area urban yang menjadi destinasi pencari kerja. Dalam beberapa waktu terakhir, Kota G telah berkembang pesat. Perlahan-lahan reputasi Kota G merangkak masuk ke lima besar destinasi kota yang memiliki banyak ladang pekerjaan. Pada era perang dan penjajahan, Kota G adalah daerah yang santer dikenal sebagai kota penyekapan, pembuangan, dan pembantaian. Suasan...

MY PERFECT PARTNER

Beberapa orang memiliki pemecah kesepakatan dalam hubungan yang dijalani, khususnya hubungan percintaan. Pemecah kesepakatan terlihat sepele, tapi jika seseorang benar-benar memegang komitmen terhadapnya, hubungan asmara pun bisa kandas seketika. Aku mencintai Collin. Selalu begitu. Aku mencintainya sepenuh hati, dengan seluruh jiwaku. Aku begitu mencintainya sehingga aku selalu menutup mata setiap kali aku mendapati remah-remah mencurigakan yang tidak sengaja ditebar olehnya. Suatu hari sebuah email masuk dan menunjukkan posisi Collin saat itu. Collin terlihat baru saja masuk ke dalam akun media sosial milik kami bersama dari suatu tempat yang tidak seharusnya. Dia berkata padaku sedang di Paris untuk urusan pekerjaan. Namun di email, posisi GPS menunjukkan dirinya sedang berada di Bosnia. Ketika aku mencoba mengonfirmasi kebenaran ini, Collin mengelak dengan lihai. Dia selalu memulainya dengan pernyataan, “Aku tidak tahu.” dan biasanya dilanjutkan dengan dalih semacam, “Pasti ada yan...

LAYANG-LAYANG

Sumber: Unsplash Sudah musim layang-layang, ya? Aku ingat dulu pernah mendengar seseorang yang membacakan novel berjudul Kite Runner — bercerita dengan latar belakang di Afganistan dan ditulis oleh seorang penulis dari Afganistan juga yang punya profesi lain sebagai dokter. Dalam novelnya, ia berkisah tentang seorang anak yang terlahir dari keluarga kaya dan memiliki seorang pembantu yang sebaya dengannya. Pembantu cilik ini lantas menjadi temannya. Ia sumbing. Ia sering diolok-olok oleh teman-temannya si anak kaya tapi bodohnya, si anak kaya tidak pernah membantunya ketika ia dijahili. Tapi sekarang aku sedang tidak ingin bercerita panjang lebar tentang Kite Runner karena kalau iya maka cerita ini bukan ceritaku lagi melainkan akan menjadi sebuah review sinopsis novel.  Aku langsung teringat dengan novel itu saat melihat anak-anak bermain layang-layang dan bagaimana mereka senang sekali berebutan mengejar layang-layang yang jatuh. Saat mereka sedang sibuk menarik senar dan membuat...

AOZORA NO FAN

Jujur saja, kalau mereka menganggapku sebagai penggemar fanatiknya band Aozora, jelas mereka salah besar. Aku tidak merasa kalau aku adalah penggemar fanatiknya. Aku tidak menganggap mematai-matai Ame sang pianis dari tong sampah depan rumahnya sebagai hal yang keterlaluan. Menunggu kedatangan mereka di bandara dari dua hari sebelumnya juga tidak bisa dianggap berlebihan, hingga menyingkirkan orang-orang yang menghalangi jalanku untuk selalu dekat dengan Aozora. Itu semua adalah hal yang biasa buatku.  Tapi tidak ada yang memercayai kata-kataku. Daripada aku berteriak tidak jelas membela pemikiranku dan menghabiskan energiku untuk memberikan penjelasan kepada mereka, aku akan membungkam mulut mereka dengan caraku sendiri saja. Akan kutunjukkan kalau cintaku pada Aozora itu murni dan aku tidak suka dengan istilah penggemar fanatik. Pokoknya aku bukan penggemar fanatiknya. Aku selalu merasa kalau aku dilahirkan untuk selalu menjaga Aozora. Sejak pertama kali aku menemukan Aoz...

KARMA

Semua ini berawal dari sebuah kesalahpahaman antara Lindsay dan Dakota yang menyebabkan pacar Dakota naik darah dan mulai memaki-maki Lindsay dengan rentetan kata-kata kotor. Tak ketinggalan pula sumpah serapah tak jelas yang berisi kalau hidup Lindsay tidak bakal bisa  tenang. Lindsay sendiri hanya bisa mengelus dada dan berusaha untuk tidak terlalu ambil pusing. Walau begitu, teman-teman Lindsay selalu membantu dan terus mendukungnya, agar ia tidak berlarut-larut dalam kesedihan.  Hey, you only live once, make it worth it . Sementara Lindsay dikelilingi oleh teman-temannya sambil tertawa senang, ada sepasang kekasih yang duduk di pojok ruangan kelas. Sang cewek tampak menangis tersedu-sedu sedangkan sang cowok terlihat sedang meremukkan gelas teh poci dengan penuh emosi dan tatapan matanya dipenuhi emosi yang sudah tak tertahankan lagi karena memandangi gerombolan cewek yang sibuk bergurau dan tak memedulikan seorang cewek yang menangis. Dasar tidak punya rasa kasihan sama s...