Skip to main content

OCTOBER READS 2025


Sumber: Unsplash

Hello! Tahukah kamu aku menulis postingan ini di bulan Desember? Aku tahu ini cukup telat, tapi lebih baik telat daripada tidak sama sekali, bukan?

Maafkan aku tidak cukup aktif begitu memasuki bulan berakhiran -ber ini. Waktu akhir pekanku banyak tersita ke hobi baruku, seperti yang kamu tahu, yah: baking.

Jadi, di sinilah aku sekarang. Menulis tiga draft postingan sekaligus di malam yang sama. 😅

Anyway, ternyata di bulan Oktober ini, aku hanya membaca empat buku saja. Entah ini reading slump atau memang kecepatan membacaku sedang menurun, atau tidak sempat saja. Banyak faktor, temanku.

Di bulan Oktober ini sebetulnya aku cukup antusias dengan terbitnya buku baru dari penulis favoritku, Freida McFadden! Namun ternyata aku cukup kecewa. Buku ini menjadi buku dengan rating terendah. Alur ceritanya cenderung biasa saja dan aku dapat menebak jalan cerita sampai plot twist-nya. Meskipun tetap selalu ada plot twist tambahan lagi di akhir, Freida tidak menawarkan sesuatu yang cukup spesial dan segar di The Intruder. 

  1. Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya oleh Andrean Kurniawan 4/5 ⭐
  2. The Intruder oleh Freida McFadden 3/5 ⭐
  3. What Lies Between Us oleh John Marrs 4,5/5 ⭐
  4. The Uncomfortable Truth: Change Your Life By Taming 10 of Your Mind's Greatest Fears oleh Anna Mathur 4,8/5 ⭐

The Uncomfortable Truth menjadi buku bacaan terpilih kedua dari klub baca kami. Buku ini adalah pilihanku. Aku membeli buku ini di akhir November 2024, di acara Kokken, booth Bookstrissa. Saat itu, ketika aku membaca sebagian dari isi buku ini dengan bab acak, aku harus terhenti karena ada sesuatu yang memicu dan langsung membuatku broke down, crying. Hampir setahun lamanya aku tak berani menyentuh buku ini, sampai kemudian aku memberanikan diri mengajukan buku ini untuk pilihan bacaan di Oktober. Aku tidak menyangka buku pilihanku akan keluar sebagai buku pilihan. 


Maka aku pun menyimpulkan bahwa inilah saatnya untuk meneruskan apa yang sebelumnya telah tertunda. Aku berhati-hati dalam membaca buku ini. Terutama di bab-bab yang sudah sempat aku highlight terakhir kali. Ternyata aku berhasil menyelesaikan buku ini dengan aman sampai tuntas. Aku cenderung lupa bab mana yang waktu itu sempat membuat aku mengalami episode break down.

Yah, menurutku buku ini cukup insightful. Perlu hati-hati karena bisa jadi beberapa topik dapat memicu trauma. Namun bagusnya di sini, penulis yang juga merupakan seorang psikiater menuntun perlahan pembaca dari pengenalan, mengapa kita merasa tidak nyaman dengan perasaan-perasaan tertentu (penyebab), manfaat apabila kita terbebas dari rasa tidak nyaman tersebut, sampai bagaimana kita bisa belajar untuk menerima rasa nyaman tersebut. Di akhir bab penulis juga menjabarkan tentang rangkuman dan journal prompt yang bisa dimanfaatkan dengan baik apabila suatu saat kita merasakan perasaan tidak nyaman tersebut. 

Selanjutnya, buku dari John Marrs inilah yang memikatku. Butuh waktu untuk menyelesaikan ini karena alurnya yang lambat dan ditambah dengan kecepatan membacaku yang menjadi selambat siput. 

Narasi dibagi menjadi dua sudut pandang, sang ibu dan sang anak. Tiap karakter menyimpan misteri, rahasia, dan keputusan-keputusan, yang--ya ampun kalau dikomunikasikan dengan baik tidak akan menjadi serumit ini, lho. 

Buku ini memiliki plot twist berlapis yang disebar di bab-bab tertentu dan sanggup membuatku membelalakkan mata. Aku merasa aku harus membaca buku John Marrs lainnya karena ternyata cukup menarik, ya. 


Anyway, begitulah bacaan singkatku selama bulan Oktober ini. Aku sangat merekomendasikan padamu untuk membaca buku The Uncomfortable Truth, lho! 

Comments

Popular posts from this blog

PENGALAMAN REKRUTMEN ODP IT BANK MANDIRI

Sumber: Google Di postingan kali ini aku mau berbagi cerita pengalamanku tentang proses rekrutmen ODP IT Bank Mandiri. Kenapa aku tulis? Salah satunya adalah karena masih minimnya cerita gimana sih pengalaman rekrutmen ODP Bank Mandiri khususnya untuk bidang IT. Kalau pengalaman rekrutmen untuk ODP General Bank Mandiri udah banyak kutemuin waktu aku sendiri sedang di fase proses rekrutmen sedangkan untuk proses rekrutmen ODP IT Bank Mandiri, aku ubek-ubek internet baru nemu 1 blog doang yang ceritain tentang pengalamannya waktu ikut seleksi rekrutmen ODP IT Bank Mandiri. Nah, tujuan aku berbagi pengalaman ini gak lain gak bukan adalah sekadar sharing dan memberi gambaran tentang apa aja kira-kira prosesnya dan gimana aja prosesnya.  Sebelumnya perlu juga diketahui apa sebenarnya yang memotivasiku untuk coba daftar di ODP IT Bank Mandiri ini. Jadi, awalnya aku sempat buka Linkedin dan lihat ada salah satu teman seangkatan yang udah kerja sebagai ODP IT Bank Mandiri. Dari situ aku ...

REVIEW E-READER ONYX BOOX NOVA 2 BAHASA INDONESIA

Sumber: Foto Pribadi Hai! Apa kamu suka banget membaca? Suka membaca buku digital dan sedang mencari-cari e-reader yang cocok? Jika iya, coba baca pengalamanku menjajal e-reader dari Onyx Boox Nova 2 yang kubeli beberapa hari lalu ini. Banyak dari kita yang awalnya pasti kebingungan hendak membeli e-reader dari Kindle yang sudah terkenal itu atau e-reader lain. Atau bahkan masih ada yang belum tahu e-reader apa saja yang saat ini telah beredar di pasaran? Well , yang kutahu hingga saat ini ada  e-reader dari Kindle, Kobo, dan Onyx Boox. Mungkin bagi yang sudah mengetahui e-reader lainnya yang tidak kalah bagus bisa bantu share dan ceritakan pengalaman membaca melalui perangkat tersebut   di kolom komentar.  Awal cerita bagaimana aku akhirnya memutuskan membeli Onyx Boox ini bisa dibilang agak panjang. For the longest time aku selalu merasa Kindle adalah e-reader terbaik sejak aku mengetahuinya waktu kuliah namun Kindle belum memenuhi preferensi yang kubutuhkan. Apa s...

LET'S TALK ABOUT MATCHA IN GENERAL AND CURRENT SITUATION IN 2025

Sumber: Unsplash Hai semuanya! Sepertinya makin ke sini benar-benar makin demam matcha, ya. Di mana-mana ada matcha. Banyak orang yang keranjingan matcha, termasuk aku. Meskipun sudah menyukai matcha sejak lama, tapi aku baru benar-benar terekspos ke pengalaman menikmati matcha yang berbeda dan lebih dalam belakangan ini.  Sisi baiknya dari hal ini adalah jadi bisa menikmati matcha bersama teman-teman, sampai terbitlah acara main kafe di kantor bernama Matcha Mate. Ternyata peminat matcha itu banyak banget. Dari matcha latte sampai usucha . Dan aku senang banget lihat awareness masyarakat sekarang makin tinggi terhadap kualitas matcha yang bagus. Nah, pertanyaan selanjutnya adalah, sebenarnya matcha yang bagus itu yang seperti apa?  Cara paling   mudah untuk mengidentifikasi kualitas matcha yang bagus ada di warnanya . Warna tidak akan pernah bohong. Walaupun aku mulai curiga, bisa jadi suatu hari nanti ada yang dengan nakal mewarnai bubuk matcha dengan warna hijau ...