| Sumber: Unsplash |
Hello! Tahukah kamu aku menulis postingan ini di bulan Desember? Aku tahu ini cukup telat, tapi lebih baik telat daripada tidak sama sekali, bukan?
Maafkan aku tidak cukup aktif begitu memasuki bulan berakhiran -ber ini. Waktu akhir pekanku banyak tersita ke hobi baruku, seperti yang kamu tahu, yah: baking.
Jadi, di sinilah aku sekarang. Menulis tiga draft postingan sekaligus di malam yang sama. 😅
Anyway, ternyata di bulan Oktober ini, aku hanya membaca empat buku saja. Entah ini reading slump atau memang kecepatan membacaku sedang menurun, atau tidak sempat saja. Banyak faktor, temanku.
Di bulan Oktober ini sebetulnya aku cukup antusias dengan terbitnya buku baru dari penulis favoritku, Freida McFadden! Namun ternyata aku cukup kecewa. Buku ini menjadi buku dengan rating terendah. Alur ceritanya cenderung biasa saja dan aku dapat menebak jalan cerita sampai plot twist-nya. Meskipun tetap selalu ada plot twist tambahan lagi di akhir, Freida tidak menawarkan sesuatu yang cukup spesial dan segar di The Intruder.

- Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya oleh Andrean Kurniawan 4/5 ⭐
- The Intruder oleh Freida McFadden 3/5 ⭐
- What Lies Between Us oleh John Marrs 4,5/5 ⭐
- The Uncomfortable Truth: Change Your Life By Taming 10 of Your Mind's Greatest Fears oleh Anna Mathur 4,8/5 ⭐
The Uncomfortable Truth menjadi buku bacaan terpilih kedua dari klub baca kami. Buku ini adalah pilihanku. Aku membeli buku ini di akhir November 2024, di acara Kokken, booth Bookstrissa. Saat itu, ketika aku membaca sebagian dari isi buku ini dengan bab acak, aku harus terhenti karena ada sesuatu yang memicu dan langsung membuatku broke down, crying. Hampir setahun lamanya aku tak berani menyentuh buku ini, sampai kemudian aku memberanikan diri mengajukan buku ini untuk pilihan bacaan di Oktober. Aku tidak menyangka buku pilihanku akan keluar sebagai buku pilihan.

Maka aku pun menyimpulkan bahwa inilah saatnya untuk meneruskan apa yang sebelumnya telah tertunda. Aku berhati-hati dalam membaca buku ini. Terutama di bab-bab yang sudah sempat aku highlight terakhir kali. Ternyata aku berhasil menyelesaikan buku ini dengan aman sampai tuntas. Aku cenderung lupa bab mana yang waktu itu sempat membuat aku mengalami episode break down.
Yah, menurutku buku ini cukup insightful. Perlu hati-hati karena bisa jadi beberapa topik dapat memicu trauma. Namun bagusnya di sini, penulis yang juga merupakan seorang psikiater menuntun perlahan pembaca dari pengenalan, mengapa kita merasa tidak nyaman dengan perasaan-perasaan tertentu (penyebab), manfaat apabila kita terbebas dari rasa tidak nyaman tersebut, sampai bagaimana kita bisa belajar untuk menerima rasa nyaman tersebut. Di akhir bab penulis juga menjabarkan tentang rangkuman dan journal prompt yang bisa dimanfaatkan dengan baik apabila suatu saat kita merasakan perasaan tidak nyaman tersebut.
Selanjutnya, buku dari John Marrs inilah yang memikatku. Butuh waktu untuk menyelesaikan ini karena alurnya yang lambat dan ditambah dengan kecepatan membacaku yang menjadi selambat siput.

Narasi dibagi menjadi dua sudut pandang, sang ibu dan sang anak. Tiap karakter menyimpan misteri, rahasia, dan keputusan-keputusan, yang--ya ampun kalau dikomunikasikan dengan baik tidak akan menjadi serumit ini, lho.
Buku ini memiliki plot twist berlapis yang disebar di bab-bab tertentu dan sanggup membuatku membelalakkan mata. Aku merasa aku harus membaca buku John Marrs lainnya karena ternyata cukup menarik, ya.
Anyway, begitulah bacaan singkatku selama bulan Oktober ini. Aku sangat merekomendasikan padamu untuk membaca buku The Uncomfortable Truth, lho!
Comments
Post a Comment