Skip to main content

Posts

SUKA NOVEL APA?

Waktu SMP kelas 7, salah satu temanku bertanya apakah aku suka novel berat. Dia mencontohkan novel-novel yang tebal seperti novel biografi, novel islami, dan lain-lain yang secara fisik bisa dikatakan juga tebal. Aku bingung menjawabnya gimana saat itu. Aku jawab, "Aku suka novel teenlit." tapi sebenarnya di otakku ada puluhan kata-kata yang ingin tersampaikan tapi aku tidak mengatakannya. Hal ini malah membuat temanku memberikan respon seolah level membacaku rendah banget. Saat itu aku sudah paham kalau buku-buku yang disebutkan temanku itu bagus-bagus, sarat info, dan pengalaman hidup. Tapi entah mengapa kupikir aku tidak begitu menyukainya. Dan aku tidak menemukan kata-kata yang pas untuk diutarakan. Percakapan itu pun berlalu begitu saja dengan akhiran kesimpan level kesukaan membacaku padanya dan ganjalan di pikiranku.

INTERMEZO DULU: SKRIPSIAN DI FILKOM UB

Halo, good morning ! Udah lama rasanya gak menyambangi blog ini. Ke mana aja? Sebenarnya, aku tuh lagi sok sibuk ngerjain skripsi. He-he-he.  Semester 7 ini aku ngambil sks PKL (di fakultasku istilahnya magang) sama skripsi. Terus aku juga masih ambil 3 matkul. Sebenarnya kalau dibilang susah atau gak, gak susah banget kayak semester 4 yang seminggu harus ngerjain tiga laporan, atau semester 6 yang rasanya tugas gak ada habisnya. Semester 7 ini lebih ke ribet dengan adminstrasi laporan PKL, drama PKL, dan gak lupa juga drama skripsi. Ha-ha-ha. Pagi ini pun targetku sebenarnya mengerjakan satu revisian tentang database (setelah itu bisa dikatakan 80% skripsiku selesai, tinggal bab penutup aka kesimpulan dan saran aye!) , tapi aku pikir karena dari kemarin-kemarin aku sudah kerja lembur bagai kuda, gak papa deh ya sedikit mengulur waktu buat sempetin nulis pos ini. Habis aku kangen banget nulis beginian! Aku sering nulis kok. Tapi nulis skripsi he-he-he. Ketika skripsi ini terbit na...

RUMAH BALON 2

Untuk membaca bagian pertama, klik baca di sini . Orang-orang di lantai bawah terlihat berlarian ke sana ke mari. Namun ada yang berhenti seperti patung di tempat, masih belum menyadari kalau beberapa orang yang berjalan dengan gontai dan kulit memucat adalah zombie. Mereka bahkan mengajak bicara dan menanyakan apakah mereka—para zombie ini—baik-baik saja. Dan ketika aku menoleh ke belakang, sudah banyak orang berkumpul di depan pintu yang menuju ruang rahasia itu. Oh, tidak. Bagaimana ini. Jangan-jangan orang-orang sudah tahu tentang ruang rahasia itu. Dan aku malah berada di luar sini padahal tadi aku sudah—dengan sangat nyaman—berada di dalam ruang itu. Aku sudah aman di sana tapi aku malah keluar lagi. Kenyataannya aku sama saja seperti orang-orang di dalam film zombie.

PAYUNG UNGU

Berdiri mematung di bawah payung ungunya. Berdiri membeku di tengah-tengah hujan deras sembari mendengarkan ketukan hujan yang berusaha menembus payung dan mengenai kepala gadis yang mengenakan blus bunga-bunga berwarna senada dengan payungnya.  Untuk sejenak gadis itu berpikir kalau hujan ternyata tidak seburuk prasangkanya selama ini. Terlepas dari kedua sepatu karet hitamnya yang sudah basah kuyup, tas yang separuh basah, rambut yang juga tidak kalah lepek, gadis itu mulai berpikir tentang bagaimana payungnya masih bisa melindungi sebagian besar tubuhnya dan ada secercah perasan kalau ia merasa nyaman dan bisa menghabiskan waktu untuk terus berdiri di bawah payung ungunya di tengah hujan deras dan suara mobil dan motor yang berlalu lalang membelah genangan air yang semakin lama semakin mengalir deras. Sembari memikirkan banyak hal di bawah payung ungunya. Memikirkan tentang tugas-tugas di penghujung semester. Memikirkan tentang liburan akhir tahun. Memikirkan tentang ulang tahu...

RUMAH BALON

Minggu pagi sebelum terbangun karena sahur aku bermimpi. Mimpi buruk yang sayangnya adalah  lucid dream . Sebelum tidur aku sadar aku telah membuat skenario-skenario cerita di otakku yang aneh perihal kejadian yang kualami tepat pada malam minggu.  Aku dan sekeluargaku pergi ke mall Ramayana karena katanya menjelang akhir puasa aka lebaran, Ramayana selalu mengadakan  midnight sale  dan diskon besar-besaran. Tak pelak jalanan sekitar Ramayana padat banget waktu kami sampai di sana. Parkiran penuh. Akhirnya kami memarkirkan mobil di Kantor Pos yang jaraknya sekitar seratus meter dari Ramayana.

LAYANG-LAYANG

Sumber: Unsplash Sudah musim layang-layang, ya? Aku ingat dulu pernah mendengar seseorang yang membacakan novel berjudul Kite Runner — bercerita dengan latar belakang di Afganistan dan ditulis oleh seorang penulis dari Afganistan juga yang punya profesi lain sebagai dokter. Dalam novelnya, ia berkisah tentang seorang anak yang terlahir dari keluarga kaya dan memiliki seorang pembantu yang sebaya dengannya. Pembantu cilik ini lantas menjadi temannya. Ia sumbing. Ia sering diolok-olok oleh teman-temannya si anak kaya tapi bodohnya, si anak kaya tidak pernah membantunya ketika ia dijahili. Tapi sekarang aku sedang tidak ingin bercerita panjang lebar tentang Kite Runner karena kalau iya maka cerita ini bukan ceritaku lagi melainkan akan menjadi sebuah review sinopsis novel.  Aku langsung teringat dengan novel itu saat melihat anak-anak bermain layang-layang dan bagaimana mereka senang sekali berebutan mengejar layang-layang yang jatuh. Saat mereka sedang sibuk menarik senar dan membuat...

SEBUAH INGATAN

Mimpi lucid -ku tidak selalu bagus. Aku lebih sering bermimpi dan mengingat mimpi buruk sampai terkadang aku berharap aku tidak perlu mengingatnya sama sekali. Sekali aku mendapatkan mimpi yang bagus, aku biasanya langsung rakus ingin menikmati setiap detik yang terlewati sampai aku sadar kalau aku itu sedang bermimpi dan ketika aku menginginkan kelanjutan ceritanya, mimpi tersebut malah berakhir.  Aku mendapat mimpi ini minggu lalu tepat di Minggu pagi sebelum terbangun karena Mama membangunkanku. Aku suka sekali dengan mimpi ini. Ini adalah mimpi tentang teman-teman SMP-ku. Teman-teman yang baik-baik dan aku sangat menyukai mereka.  Entah sedang dalam momen apa, tapi hari itu anak-anak mengenakan pakaian bebas. Pakaian mereka terlihat rapi-rapi. Beberapa malah menggunakan rok. Nyaris tidak ada yang menggunakan material bawahan jins, kecuali para cowoknya, yah hanya beberapa--di mimpiku, hanya tiga cowok yang aku lihat. Cewek-ceweknya mengenakan pakaian berbahan sifo...