TIPS PERSIAPAN DAN BERTAHAN HIDUP DI KOS

by - May 12, 2020

Sumber: Prime Living Dormitory

Tulisan ini aku dedikasikan untuk adikku yang baru aja diterima di sebuah PTN beberapa waktu lalu. Sebagai kakak yang pernah punya pengalaman ngekos dan bahkan saat ini lagi ngekos juga, aku pengin berbagi pengalaman buat kalian yang akan mulai untuk ngekos. Mungkin gak banyak yang bisa aku bagi, mungkin juga kalian akan banyak menemukan hal random dan gak cocok buat pribadi kalian. It's okay, bisa jadi tambahan informasi aja.

1. Cari Kosan yang Dekat dengan Sumber Makanan
Waktu aku pertama kali akan mencari kos-kosan, aku dapat informasi dari sesepuh yang mengatakan kalau bisa cari kos yang dekat sumber makanan, seperti warteg dan sebangsanya. Karena apa? Penyakit malas mahasiswa pasti akan muncul begitu kalian diberikan tugas-tugas bejibun. Kalian akan lupa waktu, bahkan keinginan kalian untuk mencari makanan bisa jadi hilang kalau tempat kos kalian jauh dari tempat jual makanan. Efek jangka panjangnya, kalian bakal punya penyakit maag, atau penyakit yang menyerang daya tahan tubuh kalian. Bakalan rumit kalau sudah kayak gini.

Sebenarnya zaman sekarang sudah lebih canggih. Ada pesan makanan online, tapi apa iya mau bergantung terus beli online? Gak bisa juga kan? Tekor lama-lama.

2. Kelola Uang dengan Baik
Masih agak nyambung sama poin sebelumnya, coba buat masa-masa kos ini sebagai latihan untuk mengelola keuangan kalian. Udah punya KTP, kan? Berarti sudah mulai dewasa. Partisi kebutuhan-kebutuhan kalian, bisa pakai aplikasi semacam Money Lover atau bahkan cara konvensional yang membagi-bagi uang di dompet khusus. Semua pilihan ada di kalian. Jangan sampai terjebak gaya hidup hedon yang gak jarang menyerang mahasiswa. Begitu mengetahui kalau dirinya bebas dari pantauan orang tua, asal main ke sana ke mari, jajan tanpa batas, tahu-tahu uang habis. Ingatlah bayar UKT itu mahal. Orangtua banting tulang lho demi kalian. Coba hitung biaya UKT kalian selama 8 semester dijumlah dengan biaya kos kalian juga selama 8 semester. Total sudah berapa? Ditambah uang saku yang diberikan orangtua kalian setiap bulan udah berapa? Bisa jadi nyentuh angka 100 juta ke atas. Masih mau bergaya hedon? Pastikan kalian lulus dengan baik, ilmu yang dipelajari selama 4 tahun gak sia-sia karena orangtua kalian sudah sangat banyak berinvestasi pada kalian agar kalian bisa jadi sukses.

3. Dekat dengan Toko ATK atau Percetakan
Poin ini juga hampir mirip seperti poin pertama. Akan jadi poin plus yang menyenangkan buat kalian sendiri kalau tempat kos kalian dekat dengan toko ATK atau percetakan. Mahasiswa identik banget dengan laporan dan tugas, kan? Sudah pasti gak sedikit yang berhubungan dengan mencetak dokumen tugas, dijilid, dan lain-lain sebagainya. Bahkan gak sedikit mahasiswa yang membeli atau menyediakan printer di kamar kos mereka biar biaya mencetak bisa lebih murah.

4. Beli Piranti Rumah Tangga
Yang dimaksud di sini adalah piranti semacam basket untuk meletakkan barang-barang mandi, sapu (kalau merasa butuh. Aku menyediakan sapu pribadi untuk kamarku sendiri agar gak tercampur dengan kotoran lain dari luar kamar yang disediakan dari sapu kos), piranti memasak (kalau ingin lebih berhemat, bisa masak sendiri), dan lain-lain sebagainya yang bisa dibeli di Toserba.

Jangan lupakan rice cooker. Sesuai namanya, alat ini magic karena selain menanak nasi, aku menemukan tips lain. Banyak dari kalian pasti juga sudah tahu life hacks penggunaan rice cooker selain untuk menanak nasi: memasak nasi rasa KFC, membuat nasi goreng di rice cooker, membuat sayur di rice cooker. Hingga memasak mi instan di rice cooker.

5. Survei Apotek Terdekat dan Minimarket
Sama halnya seperti hunting tempat makan murah dan enak atau dekat dengan kos, kalian harus pertimbangkan juga letak apotek dan minimarket terdekat yang bisa dikunjungi. Memang benar kita bisa memanfaatkan fitur semacam Halodoc untuk beli obat online atau juga fitur semacam Gomart, tapi kadang lebih enak beli sendiri, kan? Tanpa perlu mikirin ongkir.

Latus - Mesti Pinter Ngatur Keuangan
Agar lebih meyakinkan, aku tambahkan opini dari salah satu temanku terkait tips persiapan dan bertahan hidup di kos. Dia salah satu orang yang jago dalam dunia perkosan. Unlike me, yang tiap akhir minggu pulang ke rumah, dia jarang banget pulang. Jadi, opini dia bisa dipertimbangkan. Berikut penuturannya:

Setiap awal bulang pastikan untuk bagi-bagi uangnya. Bedain mana uang untuk belanja sebulan, mana uang untuk makan, mana untuk nabung, sama untuk keperluan mendadak. Trus tipe-tipe mahasiswa kan ada banyak: ada yang suka ngemil, makan, nongkrong, dan lain-lain. Setalah unag dibagi-bagi, uang makannya dibagi lagi untuk jatah per hari. Jadi bisa dikira-dikira sehari maksimal habis berapa lalu disimulasikan seminggu maksimal untuk biaya makan berapa. Misal jatah seminggu ad 280000 IDR untuk makan dibagi 7 hari berarti jatah per hari adalah 40000 IDR. Sehingga misalkan jika ada teman ngajak nongkrong, biar lebih hemat, aku ambil dari uang makan. Uang nongkrong habis 50000 IDR, mau gak mau jatah yang 280000 IDR itu dikurangin uang nongkrong trus harus cukup untuk sisa dalam satu minggu itu. Terus kalau mau lebih hemat lagi dan di kos ada dapurnya, mending nyetok frozen food, telur, atau sosis biar lebih murah jatuhnya dan masak nasi sendiri. Dia pernah menerapkan pola hidup seperti ini dan cuma habis 50000 IDR dalam seminggu. Nanti kalau bosan baru beli makan di luar. Kalau belanja sesuaikan kebutuhan dan seperlunya. Jangan mentang-mentang awal bulan langsung kalap. Karena gak semua yang dibeli pada akhirnya terpakai. Biasanya akhir bulan banyak diskon. Untuk tugas kuliah, mending bawa printer sendiri biar gak boros biaya cetak tugas.

Chindra - Beli Lauk Aja dan Nyetok Bumbu Instan
Selain itu, ada juga opini dari temanku yang satu ini. Dia selama dua tahun pertama kuliah adalah mahasiswa kura-kura (kuliah-rapat-kuliah-rapat). Aktif banget di organisasi. Jadi jarang banget pulang padahal kos dan rumah berjarak sekitar 1,5 jam. Masih satu daerah denganku. Begini opininya:

Kalau masalah makanan dia biasanya nyetok jajanan yang dibawa dari rumah tiap habis pulang. Terus beli jajanan hasil promo. Beli makanan lauknya aja misalnya 10000 IDR udah dapat jamur seporsi dan tempe untuk seharian. Nyetok bumbu instan seperti nasi goreng, beli telur 1/4 kilogram, dan sosis. Masak nasi sekalian untuk seharian dengan bawa rice cooker sendiri. Bisa juga masak nasi uduk, dimakan bareng sosis goreng, ditaburi boncabe. Mantap.

Nah, itu tadi opini-opini yang diutarakan oleh dua temanku. Opiniku sendiri sudah tercantum di poin-poin yang sudah kujelaskan di atas, bahkan ada yang serupa dengan opini teman-temanku. Salah satunya aku juga biasa masak nasi sendiri dari rice cooker yang memang sudah kubeli sebelum ngekos. Lalu beli lauk pauk untuk 1 hari (disesuaikan berapa kali kalian akan makan). Gak jarang aku juga bawa makanan kering seperti abon, kering tempe, dan kering kentang dari rumah. Makanan semacam itu lumayan tahan lama, lho. Gak gampang basi karena dibuat sampai kering.

Yep, itulah tips-tips persiapan dan bertahan hidup di kos untuk calon-calon mahasiswa ataupun siapa pun yang akan mulai hidup ngekos. Selamat berjuang! Sehat-sehat terus, ya.








You May Also Like

0 comments