Skip to main content

Posts

MENJADI OTAKU ITU GAK SALAH

Sejak aku ngikutin OA Line Draft UB, gak sedikit pengirim, penerima, atau pesan isinya tentang fakultasku. Kalau sudah bicarain tentang fakultasku, bahasannya pasti gak lepas dari istilah 'wibu'. Sebenarnya aku heran apa yang salah dengan wibu? Atau otaku? Aku memandangnya sama wajarnya bagi mereka yang fans Korea, fans drama India, bahkan fans dangdut. Semua orang punya selera masing-masing, apakah salah memilih kesukaan mereka? Sejak kapan hak memilih dipermasalahkan. Bahkan ada pasal yang mengatur tentang ini. Aku gak lagi membicarakan mengenai kadar fans fanatik yang bahkan sepertinya pendapatnya adalah fakta. Atau mengenai orientasi spesifik dan personal mereka menyukai objek tersebut. Aku lagi pengen membahas tentang bagaimana kesukaan bisa menjadi alternatif pembelajaran selain sebagai hiburan. Karena postingan ini khusus membahas tentang pandanganku tentang otaku, jadi aku juga mau cerita pengalamanku sebentar—eh, mungkin juga lama. He-he. Aku suka tentang budaya Je...

KULIAH DI SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Sumber: Suara Jatim Pertama-tama, tulisan ini aku buat untuk pembaca yang ingin mengetahui sedikit lebih dalam tentang jurusan Sistem Informasi di Universitas Brawijaya (SI UB), untuk mahasiswa baru yang udah diterima di SI UB (aku ucapkan selamat! :)), dan siapa aja yang kepo sama postingan ini.  Sekadar informasi, saat aku menulis tulisan ini, aku  baru saja lulus bulan ini. Ide menulis ini tercetus gitu aja karena aku melihat kilas balik waktu aku masih maba dan aku sebenarnya gak ada ide sama sekali apa aja yang bakal aku pelajari di SI UB ini. Oke, lah, kita semua pasti udah cari tahu pengertian SI sendiri itu apa di internet dan prospek kerja ke depannya seperti apa, namun aku melihat kurangnya ulasan tentang apa aja yang dipelajari di SI. Mungkin secara umum dijelaskan di SI itu pelajari apa aja, tapi tetap aja, masih bingung. Iya gak? Waktu aku masih maba, ada matkul Pengantar Teknologi Informasi (PTIIK). Dosen yang ngajar kasih tahu, idealnya, di tahun pertama...

SUKA NOVEL APA?

Waktu SMP kelas 7, salah satu temanku bertanya apakah aku suka novel berat. Dia mencontohkan novel-novel yang tebal seperti novel biografi, novel islami, dan lain-lain yang secara fisik bisa dikatakan juga tebal. Aku bingung menjawabnya gimana saat itu. Aku jawab, "Aku suka novel teenlit." tapi sebenarnya di otakku ada puluhan kata-kata yang ingin tersampaikan tapi aku tidak mengatakannya. Hal ini malah membuat temanku memberikan respon seolah level membacaku rendah banget. Saat itu aku sudah paham kalau buku-buku yang disebutkan temanku itu bagus-bagus, sarat info, dan pengalaman hidup. Tapi entah mengapa kupikir aku tidak begitu menyukainya. Dan aku tidak menemukan kata-kata yang pas untuk diutarakan. Percakapan itu pun berlalu begitu saja dengan akhiran kesimpan level kesukaan membacaku padanya dan ganjalan di pikiranku.

INTERMEZO DULU: SKRIPSIAN DI FILKOM UB

Halo, good morning ! Udah lama rasanya gak menyambangi blog ini. Ke mana aja? Sebenarnya, aku tuh lagi sok sibuk ngerjain skripsi. He-he-he.  Semester 7 ini aku ngambil sks PKL (di fakultasku istilahnya magang) sama skripsi. Terus aku juga masih ambil 3 matkul. Sebenarnya kalau dibilang susah atau gak, gak susah banget kayak semester 4 yang seminggu harus ngerjain tiga laporan, atau semester 6 yang rasanya tugas gak ada habisnya. Semester 7 ini lebih ke ribet dengan adminstrasi laporan PKL, drama PKL, dan gak lupa juga drama skripsi. Ha-ha-ha. Pagi ini pun targetku sebenarnya mengerjakan satu revisian tentang database (setelah itu bisa dikatakan 80% skripsiku selesai, tinggal bab penutup aka kesimpulan dan saran aye!) , tapi aku pikir karena dari kemarin-kemarin aku sudah kerja lembur bagai kuda, gak papa deh ya sedikit mengulur waktu buat sempetin nulis pos ini. Habis aku kangen banget nulis beginian! Aku sering nulis kok. Tapi nulis skripsi he-he-he. Ketika skripsi ini terbit na...

RUMAH BALON 2

Untuk membaca bagian pertama, klik baca di sini . Orang-orang di lantai bawah terlihat berlarian ke sana ke mari. Namun ada yang berhenti seperti patung di tempat, masih belum menyadari kalau beberapa orang yang berjalan dengan gontai dan kulit memucat adalah zombie. Mereka bahkan mengajak bicara dan menanyakan apakah mereka—para zombie ini—baik-baik saja. Dan ketika aku menoleh ke belakang, sudah banyak orang berkumpul di depan pintu yang menuju ruang rahasia itu. Oh, tidak. Bagaimana ini. Jangan-jangan orang-orang sudah tahu tentang ruang rahasia itu. Dan aku malah berada di luar sini padahal tadi aku sudah—dengan sangat nyaman—berada di dalam ruang itu. Aku sudah aman di sana tapi aku malah keluar lagi. Kenyataannya aku sama saja seperti orang-orang di dalam film zombie.

PAYUNG UNGU

Berdiri mematung di bawah payung ungunya. Berdiri membeku di tengah-tengah hujan deras sembari mendengarkan ketukan hujan yang berusaha menembus payung dan mengenai kepala gadis yang mengenakan blus bunga-bunga berwarna senada dengan payungnya.  Untuk sejenak gadis itu berpikir kalau hujan ternyata tidak seburuk prasangkanya selama ini. Terlepas dari kedua sepatu karet hitamnya yang sudah basah kuyup, tas yang separuh basah, rambut yang juga tidak kalah lepek, gadis itu mulai berpikir tentang bagaimana payungnya masih bisa melindungi sebagian besar tubuhnya dan ada secercah perasan kalau ia merasa nyaman dan bisa menghabiskan waktu untuk terus berdiri di bawah payung ungunya di tengah hujan deras dan suara mobil dan motor yang berlalu lalang membelah genangan air yang semakin lama semakin mengalir deras. Sembari memikirkan banyak hal di bawah payung ungunya. Memikirkan tentang tugas-tugas di penghujung semester. Memikirkan tentang liburan akhir tahun. Memikirkan tentang ulang tahu...

RUMAH BALON

Minggu pagi sebelum terbangun karena sahur aku bermimpi. Mimpi buruk yang sayangnya adalah  lucid dream . Sebelum tidur aku sadar aku telah membuat skenario-skenario cerita di otakku yang aneh perihal kejadian yang kualami tepat pada malam minggu.  Aku dan sekeluargaku pergi ke mall Ramayana karena katanya menjelang akhir puasa aka lebaran, Ramayana selalu mengadakan  midnight sale  dan diskon besar-besaran. Tak pelak jalanan sekitar Ramayana padat banget waktu kami sampai di sana. Parkiran penuh. Akhirnya kami memarkirkan mobil di Kantor Pos yang jaraknya sekitar seratus meter dari Ramayana.