MIND GAME: EH ADA APA YA?

by - May 13, 2015

Senang rasanya bisa (mulai) menulis lagi setelah hiatus sekian abad. Rasanya seperti selamanya sampai menunggu hari UNAS selesai. Nyaris kehilangan suaraku kalau aku tidak mulai menulis lagi. Dan membaca. Itulah masalahnya. Aku tidak boleh membaca novel setahun penuh oleh Mamaku. Apa boleh buat? Aku sudah berjanji TIDAK AKAN membaca novel dan kali ini aku harus menepatinya. Kurasa akhirnya janji itu juga membuahkan hasil.

Karena aku sendiri bingung ingin menulis apa, awalnya aku hanya menulis asal-asalan tentang ini, tapi, hei, tiba-tiba muncul secercah ide tentang permainan otak. Mungkin aku bisa mengasah kemampuan menulisku lagi sedikit demi sedikit dari sini.

Dan ini tulisan terjelek (tapi bukan berarti tulisanku ada yang terlalu bagus juga, sih) yang kubuat Desember 2014 lalu di aplikasi Write di ponselku. Kurang pas menulis di ponsel dengan papan ketik qwerty yang kecil-kecil saat ide di kepala sudah nyaris meledak. Alih-alih aku harus mengetik cepat, aku malah mengetik dengan dua jari. Benar-benar payah. Mengetik di laptop juga tidak bisa leluasa karena Mama sudah siap-siap saja bertanya, "Lagi ngapain?" yang kemudian dilanjut dengan pernyataan, "Jangan nonton anime terus. Belajar sana lho."

Ya sudah, deh, daripada aku terlalu banyak cerita hal yang tidak penting, lebih baik kita mulai saja bacaan kali ini. Dalam Mind Game, kita akan diberikan satu bacaan yang mana berakhiran ganjil. Aku mendapatkan inspirasi ini sudah sejak bulan November 2014 sebenarnya ketika temanku memakai tema "Apa Kamu Berbakat Menjadi Psikopat?" untuk lomba mading 2D yang diadakan oleh DetEksi Jawa Pos di Mall Pakuwon Indah, Surabaya. Dan jujur saja aku tertarik sekali membaca setiap cerita pendek yang disajikan dia dan tim kreatifnnya. Lalu aku berpikir, sepertinya menyenangkan juga membuat cerita semacam itu. Jadi, aku coba saja menulis dan tulisan pertama ini memang tidak bagus, tapi aku ingin mengabadikan semua perkembangan menulisku. Itu saja kok.



****


Seharusnya tidak ada yang memberi tahu. Sehingga tidak ada yang mengamati.

Oh, tapi tanpa kusadari sekarang aku mulai mengamati. Dan perlahan-lahan perasaan semacam itu muncul. Lalu belakangan juga baru kusadari sesuatu yang tidak pernah kubayangkan telah terjadi.

Dia sering berada di sekitarku. Duduk, berdiri, bahkan mengajakku berbicara. Tatapannya pun sekarang berbeda dari semenjak aku mengenalnya

Kau tahu apa?

Itu berbahaya.

Karena aku tak pernah menginginkan ini barang sedikitpun.

Ini tidak bisa terjadi.

Ini tidak boleh terjadi.

Sesuatu, atau seseorang, harus menghentikan ini sebelum aku dan dia berjalan terlalu jauh dan meninggalkan satu orang dalam genangan darah.

Eh, tunggu sebentar. Sebentar.

Oh, ya, aku baru ingat ini hanya mimpi. Aku harus kembali tidur kalau begitu.


****
16 Desember 2014 10:54 PM
 -Hyouka-

PS: Sebenarnya aku ingin curhat di tulisan ini.



You May Also Like

0 comments